Pertambangan pasir besi di daerah cikawungading kabupateen tasikmalaya

ABSTRAK

 

Pertambangan Pasir Besi di Daerah Cikawungading Kabupaten Tasikmalaya.Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi.

Pasir besi sebagai salah satu bahan baku utama dalam industri baja dan industri alat berat lainnya di Indonesia, keberadaannya akhir-akhir ini memiliki peranan yang sangat penting. Berbagai permintaan dari berbagai pihak meningkat cukup tajam. Salah satu daerah yang memiliki potensi tersebut adalah pantai selatan Tasikmalaya, khususnya dari daerah pantai Cipatujah cikawungading sampai ke daerah Cikalong. Pasir besi ini adalah bahan galian yang mengandung mineral besi, yang dapat digunakan secara ekonomis sebagai bahan baku pembuatan besi logam atau baja.

Pengertian Dampak Lingkungan menurut undang-undang No.4 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan  pokok pengendalian lingkungan adalah perubahan lingkungan yang diakibatkan oleh suatu kegiatan

Daerah-daerah tersebut kaya akan pasir besi tersebut, salah satu yang menjadi bahan penelitian di dalam makalah ini adalah pertambangan pasir besi yang ada di desa Cikawungading kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Dimana disana terdapat pertambangan pasir besi yang merupakan daya serap tenaga kerja bagi masyarakat, tetapi disamping itu ada banyak dampak pula yang dirasakan oleh masyarakat hal tersebut masih menjadi kontroversi ditengah-tengah masyarakat luas. Dan diharapkan ada penyelesaian untuk mengatasinya.

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Segala puji bagi alloh yang telah memeberikan kami kemudahan sehingga dapat nenyelesaikan makalah ini   tanpa pertolongan nya mungakin tida akan snggup menyelesaikan dengan baik, sehingga penyusun mampu menyelesaikan makalah yang berjudul ”Pertambangan pasir besi di daerah cikawungading” solawat beserta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni nabi mihamad SAW.

Tidak lupa pada kesempatan ini, penulis menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya yang telah memberikan saran dan dukunganya, terutama kepada:

  1. Orang tua, yang telah memberikan kasih dan sayangnya baik berupa moril maupun material.
  2. Ketua P2KM Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Siliwangi
  3. Seluruh dosen dan staf FKIP geografi yang telah memberikan banyak ilmu kepada saya selaku penulis.
  4. Ketua HIMAGEO yang telah memberikan pengarahan.
  5. Kepada pembimbing yang telah membimbing kami dari awal, yang telah memberikan kami dukungan dan bantuan baik berupa saran dan motivasi, sehingga mampu menyelesaikan makalah ini, meskipun makalah ini banyak kesalahan dan kekuranganya.

BAB I

PENDAHULUAN

 A. LATAR BELAKANG

Pada hakikatnya sumber daya alam merupakan sesuatu yang amat berharga dan harus disyukuri keberadaannya di muka bumi ini, dimana hal tersebut merupakan titipan yang amat berharga dari yang Maha Kuasa agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh manusia. Seperti yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33, dimana dalam pasal ini disebutkan bahwa “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat”. Sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk  sebaik mungkin untuk kemakmuran rakyat.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, salah satunya adalah sumber daya mineral yang lebih banyak dipergunakan sebagai bahan baku industri. Pemerintah Republik Indonesia sendiri membagi bahan galian menjadi 3 golongan, antara lain: Bahan galian golongan A, Bahan galian golongan B, bahan galian golongan C. Penggolongan tersebut membuktikan bahwa begitu banyak sumber daya mineral yang ada di Indonesia.

Salah satu sumber daya tersebut adalah pasir besi yang ada di sepanjang jalur pantai Cikawungading sampai pantai Cikalong, yaitu dari daerah pantai Cipatujah.

Dengan potensi yang ada di daerah tersebut penulis akan  mencoba untuk meneliti lebih lanjut mengenai keberadaan pasir besi tersebut. Keberadaan pasir besi tersebut banyak menarik  minat para pengusaha yang ingin mengembangkannya, tapi ditengah keberadaannya tersebut malah menjadi kontroversi di tengah masyarakat, dimana yang menjadi perhatian adalah dampaknya terhadap sekitar, oleh sebabnya penulis akan mencoba menuangkannya dalam sebuah makalah yang berjudul ’’Pertambangan pasir besi di daerah cikawungading kabupaten tasikmalaya”.

B. RUMUSAN MASALAH

  1. Apa yang dimaksud pertambangan dan pasir besi ?
  2. Bagaimana dampak pertambangan pasir besi yang ada di cikawungading terhadap masyarakat?

D. TUJUAN MAKALAH

  1. Untuk mengetahui pertambangan pasir besi yang ada di cikawungading
  2. Untuk mengetahui kandungan apa yang terdapat pada pertambangan pasir besi yang ada di cikawungading
  3. Untuk mengetahui dampak pertambangan pasir besi yang ada di cikawungading terhadap lingkungan
  4. Untuk mengetahui respon masyarakat terhadap pertambangan pasir besi yang ada cikawungading.

D. MANGFAAT MAKALAH

  1. Dengan makalah ini, penulis akan tahu bagaimana pertambangan pasir besi di

daerah cikawungading kabupaten tasikmalaya.

  1. Dengan makalah ini pembaca akan mudah para pembaca mendapatkan informasi

Khususnya informasi tentang pertambangan pasir di daerah cikawungading

kabupaten tasikmalaya.

BAB II

LANDASAN TEORETIS

 A. Pengertian Pertambangan

Menurut Aronaff Pertambangan adalah suatu industri yang mengolah sumber daya alam dengan memproses bahan tambang untuk menghasilkan berbagai produk akhir yang dibutuhkan umat manusia. Oleh karena itu, bahan tambang merupakan salah satu icon yang sangat dibutuhkan oleh dunia saat ini, dimana dengan berkembangnya zaman bahan tambang merupan kekayaan alam yang nomor satu di Indonesia bahkan dunia sekalipun.

Secara umum pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral, batubara, panas bumi, migas,dll)

Secara umum pasir besi terdiri dari mineral opak yang bercampur dengan butiran-butiran dari mineral non logam seperti, kuarsa, kalsit, feldspar, ampibol, piroksen, biotit, dan tourmalin. mineral tersebut terdiri dari magnetit, titaniferous magnetit, ilmenit, limonit, dan hematit, Titaniferous magnetit adalah bagian yang cukup penting merupakan ubahan dari magnetit dan ilmenit. Mineral bijih pasir besi terutama berasal dari batuan basaltik dan andesitik volkanik. Kegunaannya pasir besi ini selain untuk industri logam besi juga telah banyak dimanfaatkan pada industri semen.

B. Pengertian Pasir Besi

Menurut Seluma Husni Thamrin pasir besi adalah sejenis pasir dengan konsentrasi besi yang signifikan. Hal ini biasanya berwarna abu-abu gelap atau berwarna kehitaman, pasir ini terdiri dari magnetit, Fe3O4, dan juga mengandung sejumlah kecil titanium, silika, mangan, kalsium dan vanadium Pasir besi memiliki kecenderungan memanas di bawah sinar matahari langsung menyebabkan suhu yang cukup tinggi untuk menyebabkan luka bakar ringan.

BAB III

PEMBAHASAN

 A. Pengelompokan Bahan Galian Mineral

Bahan galian mineral di indonesia terbagi menjadi 3 golongan yaitu:

1. Bahan galian golongan A (Bahan galian yang strategis)

  • Minyak bumi, bitumen cair, lilin bumi, gas alam
  • Bitumen padat, aspal
  • Antrasit, batubara, batubara muda
  • Uranium, radium, thorium dan bahan-bahan galian radioaktip lainnya
  • Nikel, kobalt
  • Timah

2. Bahan galian golongan B (Bahan galian yang vital)

  • Besi, mangan, molibden, khrom, wolfram, vanadium, titan
  • Bauksit, tembaga, timbal, seng
  • Emas, platina, perak, air raksa, intan
  • Arsin, antimon, bismut
  • Yttrium, rhutenium, cerium dan logam-logam langka lainnya
  • Berillium, korundum, zirkon, kristal kwarsa
  • Kriolit, fluorpar, barit
  • Yodium, brom, khlor, belerang

3. Bahan galian golongan C (Bahan yang tida termasuk goloangan A dan B)

  • Nitrat-nitrat, pospat-pospat, garam batu (halite)
  • Asbes, talk, mika, grafit, magnesit
  • Yarosit, leusit, tawas (alum), oker
  • Batu permata, batu setengah permata
  • Pasir kwarsa, kaolin, feldspar, gips, bentonit
  • Batu apung, tras, obsidian, perlit, tanah diatome, tanah serap (fullers earth)
  • Marmer, batu tulis
  • Batu kapur, dolomit, kalsit
  • Granit, andesit, basal, trakhit, tanah liat, dan pasir sepanjang tidak mengandung unsur-unsur mineral golongan a amupun golongan b dalam jumlah yang berarti ditinjau dari segi ekonomi pertambangan.

Di dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia disebutkan bahwa pasir besi adalah bijih laterit dengan kandungan pokok berupa mineral oksida besi. Pasir besi biasanya mengandung juga beberapa mineral oksida logam lain, seperti vanadium, titanium, dan krominum, dalam jumlah kecil.

Pasir yang mengandung bijih besi ini adalah bahan galian yang mengandung mineral besi, yang dapat digunakan secara ekonomis sebagai bahan baku pembuatan besi logam atau baja. Persyaratan utama yang harus dipenuhi adalah kandungan besinya harus lebih dari 51,5 persen.

Pengertian Dampak Lingkungan menurut undang-undang No.4 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan  pokok pengendalian lingkungan adalah perubahan lingkungan yang diakibatkan oleh suatu kegiatan. Secara umum dampak lingkungan dihasilkan oleh efek lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Dampak lingkungan tidak selalu berarti negatif, tetapi juga bisa berarti positif. Dampak lingkungan bersifat positif apabila terjadi perubahan yang menguntungkan bagi lingkungan, sedangkan dampak bersifat negative apabila terjadi perubahan yang merugikan, mencemari dan merusak lingkungan.

B. Letak  Pertambangan Pasir Besi

Pasir besi merupakan salah satu bahan industri yang potensial yang ada di Indonesia, salah satunya yang ada di desa  Cikawungading kecamatan  Cipatujah, Tasikmalaya. Desa ini terletak di sebelah selatan Kabupaten Tasikmalaya, dengan jarak 75 km dari ibu kota kabupaten. Potensi yang dimiliki oleh desa Cikawungading ini banyak menarik minat para pengusaha yang ingin mengusahakan agar dapat menambang. Menurut penelitian pasir besi di daerah Cikawungading tersebut memiliki kandungan unsure besi yang sangat tinggi sekitar 66,58%.

Tabel Kandungan Pasir Pantai di Daerah Cikawungading

No Jenis

Kandungan

Persentase %
1 AI2O2 3,27
2 Cr2O4
3 Fe2O3 66,58
4 K2O 0,14
5 C2O 1,52
6 MgO 5,20
7 MnO2 0,59
8 NaO2 1,07
9 SiO2 7,45
10 TiO2 14,04

Sumber: Hasil uji lab Sucofindo, 2 April 2002

Begitu kayanya pasir besi di daerah ini, khususnya di daerah pantai cikawungading. Bahkan dalam salah satu surat kabar harian Tasikmalaya disebutkan bahwa’’ Wilayah Tasikmalaya Selatan dikenal dengan kekayaan sumber Daya mineralnya yang melimpah. Dari seluruh jenis mineral di Kabupaten Tasikmalaya, yang terbesar adalah kandungan pasir besi di sepanjang pantai cikawungading sampai ke cikalong.

Kegiatan penambangan pasir besi di daerah ini sehari-hari dikerjakan oleh kelompok, dimana setiap kelompok beranggotakan 5 orang yang bekerja secara bersama-sama dimulai dari menggali pasir, kemudian dimuat ke dalam truk lalu kemudian dipindahkan ke tempat penampungan sementara atau (pool). Setiap kelompok menghasilkan pasir besi yang berbeda-beda tergantung kemampuan kelompoknya masing-masing, mulai dari 3 truk sampai 10 truk (berisi 3 meter kubik atau lebih, tergantung dari jenis truknya).

Para penambang di pertambangan ini kebanyakan menggunakan alat-alat modern, untuk mengeruk pasir besi atau sejenis becko (escapator). Tapi ada juga yang masih menggunakan alat-alat tradisional seperti sekop dan cangkul. Sebenarnya kedua alat yang digunakan para penambang ini sama-sama punya kelebihan dan kelemahan, alat tradisional memungkinkan para penambang untuk bekerja lebih lama (menyerap tenaga kerja) dan tidak merusak lingkungan, sedangkan alat modern tidak  menyerap tenaga kerja karena hanya mengoperasikan seorang operator dan cenderung merusak lingkungan, karena alat modern tersebut mengangkutnya kesana kemari dan cenderung merusak jalan dan infrastruktur lainnya.

C. Dampak keberadaan Tambang Pasir Besi di Cikawungading

Dalam kurun waktu beberapa tahun ini masyarakat di Cikawungading  khususnya, di daerah sekitar penambangan pasir besi banyak memberikan respon terhadap aktivitas penambangan tersebut, baik respon positif maupun respon negative. Kebanyakan diantaranya memberikan respon negative atau kurang setuju dengan kegiatan penambangan tersebut karena dirasakan merusak lingkungan.

Dampak positif yang dirasakan yaitu salah satunya adalah dapat  Menyerap tenaga kerja, Masyarakat disekitar penambangan memang merasa terbantu dengan adanya penambangan pasir ini karena mereka bisa ikut bekerja menjadi buruh disana, bagi sebagian masyarakat memang menyadarinya karena pertambangan tersebut memberikan sedikit keringanan beban.Disamping itu  tambang pasir besi memiliki daya tarik tersendiri keberadaannya, dimana pada awal keberadaannya menjadi daya tarik bagi Cikawung untuk menarik masyarakat luar, karena masyarakat lain ingin mengetahui keberadaan dan keadaan tambang besi tersebut.

Sementara itu dampak yang negatif  adalah:

a. Merusak pantai dan vegetasinya

Keadaan pantai sebelum adanya penambangan pasir besi di daerah Cikawungading menunjukan kondisi pantai yang begitu alami dan indah, berbagai jenis vegetasi pantai tumbuh di sepanjang jalur pantai. Tapi kini sudah mulai tergerus oleh kegiatan penambangan.

b. Rusaknya jalan raya

Kerusakan yang paling parah akibat dari kegiatan pertambangan pasir besi ini adalah rusaknya jalan raya yang menjadi penghubung jalur pantai selatan, keadaan ini menyebabkan arus transportasi barang dan manusia menjadi terhambat. Sejak awal kondisi jalan raya yang menjadi penghubung Cipatujah dan Cikalong sudah rusak dan kini diperparah dengan adanya kegiatan pengangkutan pasir besi, dengan hilir mudiknya truk-truk besar yang mengangkut pasir besi tersebut. Masyarakat menyayangkan keadaan tersebut dimana keadaan ini membuat mereka tidak nyaman. 3. Tingkat polusi udara yang makin meningkat.

Hal ini disebabkan oleh hilir mudiknya truk-truk pengangkut pasir besi yang melintas, yang membawa pasir tersebut dari daerah cipatujah ke daerah lain, khususnya daerah ciamis dan sekitarnya.

c. Rusaknya area persawahan atau pertanian warga

Lahan pertanian warga menjadi rusak akibat kegiatan pertambangan ini, diduga aliran air yang ke persawahan menjadi terganggu, akibatnya sawah warga menjadi cepat kering. Disamping itu area perkebunan yang tadinya rindang oleh kelapa  kini menjadi tandus dan kering.

d. Menurunnya kualitas udara

Pada tahap prakonstruksi tambang akibat kegiatan mobilisasi alat berat diperkirakan perusahaan akan mengoperasikan 44 unit alat berat. Pada tahap ini aktifitas yang dilakukan meliputi pembersihan lahan, pembuatan jalan tambang, pembangunan sarana tambang, pembangunan pengelolaan instalasi pasir besi, dipastikan akan meningkatkan kadar debu di lingkungan sekitar, tingkat polusi debu akan semakin tinggi pada saat siang hari dimana angin bertiup dari laut ke arah daratan (pemukiman warga). Hal ini tentu saja akan menurunkan tingkat kesehatan masyarakat, mereka terancam penyakit infeksi saluran Pernafasan Akut, TBC, dan lain-lain.

e. Menurunnya Kualitas Air

Kegiatan pertambangan dipastikan akan mengurangi kualitas air tanah (sumur) dan kualitas air yang ada di sekitar pemukiman warga.

f. Tingkat polusi udara yang makin meningkat

Hal ini disebabkan oleh hilir mudiknya truk-truk pengangkut pasir besi yang melintas, yang membawa pasir tersebut dari daerah cipatujah ke daerah lain, khususnya daerah ciamis dan sekitarnya.

D. Respon Masyarakat Terhadap Pertambangan Besi Yang Ada Di Cikawungading kabupaten tasikmalaya

a. Merampas Hak Asasi Rakyat

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 pasal 5 mengenai tujuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yaitu menjamin keselamatan, kesehatan, dan kehidupan manusia, sepertinya sudah tidak berlaku lagi di Pantai cikawungading. Pasalnya semenjak adanya penambangan pasir besi, masyarakat bukannya mendapat perlindungan, malah sebaliknya sampai-sampai menimbulkan konflik, seperti konflik horizontal antar warga. Pemasukan daerah pun tidak sebanding dengan kerusakan alam yang ditimbulkan. Hak warga untuk memperoleh lingkungan yang bagus dan menikmati ruang terbuka publik seperti pantai terhalang oleh aktivitas pertambangan.

b. Tidak Tegasnya Pemerintah

Pemerintah adalah pelindung rakyat. Tugas dari pemerintah adalah melindungi, memelihara, memerhatikan, dan menyalurkan aspirasi rakyat untuk kepentingan bersama. Namun karena kenikmatan sesaat, pemerintah tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Para pejabat pemerintahan dan aparat membiarkan, melindungi, serta mengizinkan pertambangan pasir besi terus berlangsung di pesisir pantai selatan Jawa Barat, termasuk cikawungading. tanpa kaidah etika dan prosedur izin. Padahal etika dan prosedur izin soal lingkungan hidup ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

BAB IV

PENUTUP

 A. SIMPULAN

Simpulannya bahwa di daerah Cikawungading, Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya terdapat potensi pasir besi yang sangat besar, potensi ini bukan hanya terdapat di daerah ini saja tapi juga terdapat di sepanjang pantai selatan tasikmalaya, khususnya daerah Cikawungading sampai Cikalong.

Adanya pasir besi tersebut menjadi lahan bisnis bagi masyarakat, tapi disamping itu juga ada dampak yang menjadi topik bahasan di tengah masyarakat dimana dampak tersebut dirasa merugikan banyak orang. Tapi disinilah peran semua pihak dapat membantu memberikan solusi terhadap pertambangan ini baik dari pemerintah, swasta, dan perorangan.

Dan pengelolaan lingkungan hidup yang menjamin keselamatan, kesehatan, dan kehidupan manusia, sepertinya sudah tidak berlaku lagi di Pantai cikawungading, aspirasi rakyat untuk kepentingan bersama. Namun karena kenikmatan sesaat, pemerintah tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

B. SARAN

Berdasarkan hasil penelitian, penulis dalam kesempatan ini akan memberikan saran kepada berbagai pihak dalam kajian pertambangan pasir besi di cikawungading kabupaten tasikmalaya adalah sebagai berikut:

  1. Perusahaan harus menanggulangi bahaya yang akan mengancam akibat kerusakan lingkungan.
  2. Perusahaan harus dapat memberikan jaminan untuk meningkatkan kesejahteraan dimasa datang, karena berbagai bidang usaha rakyat sudah banyak yang terganggu dan hilang.
  3. Untuk peneliti yang lebih lanjut diharapkan lebih slektif dalam mengungkappkan permasalahan yang berhubungan dengan pasir besi.

DAFTAR PUSTAKA

 

Soemarwoto, O., 1981. Pengelolaan mangfaat dan risiko lingkungan. Seminar Dan Kongres Nasional Biologi V, Universitas Diponegoro Semarang.

Ang Woon Chuan. 1988. Mini science encyclopedia. :

Pan Pacipic Publication.

Industry Classification Benchmark. 2007. Product Specipikation ICB Univerce. Dow Jones & Company, Inc. And FTSE International Limited.

Brooke J. dan L. Roman 1996 Professionalism, practice and possibilities. Local Environment 1(1):113-18

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

http://www.sesawi.net/2012/01/12/menakar-dampak-lingkungan-fisik-sosial-akibat-pertambangan-pasir-besi-uu-minerba-3/ (Tanggal 15 November 2014, Jam 10.00)

http://walhijabar.wordpress.com/2012/09/05/siaran-pers-walhi-jawa-barat-tolak-pelabuhan-dan-ijin-tambang-di-jabar-selatan/ (Tanggal 15 November 2014, Jam 10.00)

http://tegalbuleudinfo.blogspot.com/2012/06/dampak-negatif-penambangan-pasir-besi.html (Tanggal 15 November 2014, Jam 10.00)